Skip to content
Artha Prima Finance
  Perbesar Ukuran Fonts Perkecil Ukuran Font Default Ukuran Font 
Welcome to Artha Prima Finance Official Site     
Senin, 6-September-2010

We have 1 guest online
20 Bank Topang Artha Prima Finance
Thursday, 28 May 2009 09:01

JAKARTA - PT Artha Prima Finance mendapatkan komitmen kucuran dana berupa joint financing dari sedikitnya 20 bank untuk mengejar target pembiayaan baru yang dipatok Rp700 miliar.

Dalam skema tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menjadi bank pemerintah paling besar yang memberi komitmen pendanaan senilai Rp300 miliar guna memperkuat penyaluran kredit Artha Prima tahun ini. Direktur Artha Prima Nirwadi Chandra mengungkapkan 20 bank tersebut diantaranya dua bank BUMN yakni BNI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sementara sisanya diantaranya PT Bank Permata Tbk, PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank Danamon Tbk.

 "Kami targetkan booking Rp700 miliar dan yang sudah mendukung kami itu 20 bank termasuk yang besar maupun yang kecil. Jadi pendanaan sudah aman dengan skema tersebut," katanya kepada Bisnis, kemarin. Dia mengatakan perbankan kini mempercayai sebagian besar multifinance termasuk Artha Prima dalam hal menyalurkan pembiayaan konsumen sehingga proses pendanaan berjalan dengan baik. BRI, katanya, adalah bank BUMN yang baru berkomitmen pada tahun ini dengan nilai Rp50 miliar.

"Kalau BNI kan paling besar dananya, sementara BRI itu Rp50 miliar karena baru tahun ini. Tahun lalu tidak masuk ke kami dananya. Kabar baiknya dipercayai oleh perbankan," ujarnya. Menurut beliau, pola pembiayaan dalam multifinance ada tiga yakni skema joint financing, channeling, dan dari modal perusahaan. Dengan skema joint financing, katanya, perusahaan hanya mengeluarkan sedikit modal, sementara channeling seluruh modal ekspansi kredit didanani oleh perbankan. "Kalau channeling kami [multifinance] hanya sebagai pelaksana karena sepenuhnya dana dari bank tersebut. Dari keseluruhan dana dari target booking, hanya sekitar 10% dari modal perusahaan,"katanya. 
 
Bapak Nirwadi Chandra mengungkapkan dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia pada level 7,25% sedikit memberikan pengaruh pada penurunan cost of fund atau beban bunga yang diberikan setiap bank. Rata-rata, katanya, beban bunga yang diterapkan perbankan sekitar 13%-14%, sementara normalnya beban bunga pada kisaran 11%-12%. "Beban bunga memang sedikit turun, tetapi dari penurunan BI Rate tersebut belum turun ke level normal,"katanya.
 
Junus Latemia, Managing Director Artha Prima Finance, menambahkan pihaknya berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih dari Rp9,4 miliar pada 2007 menjadi Rp13,7 miliar atau naik sekitar 42%. Kenaikan tersebut, lanjutnya, merupakan sumbangan dari pendapatan pembiayaan konsumen pada  2008 yakni Rp98,3 miliar. Artha Prima sebelumnya bernama PT Partha Persada Multifinance yang didirikan oleh pemilik dari PT Bank Sri Partha di Bali.
 
(Bisnis Indonesia, Selasa, 26 Mei 2009).
 
Tabel kinerja Artha Prima Finance 
 
 
PT. Artha Prima Finance
The Belezza Office Tower 12th Floor Jl. Arteri Permata Hijau No. 34 Jakarta Selatan 12210
Telp. (021)5366 4899 (Hunting) Fax. (021) 5366 4892 - 5366 4893
www.arthaprima.co.id